Wow,,, fantastic jika kita menemukan dunia diluar sana. Alangkah indahnya tata surya yang diciptakan Allah. Setelah ini, saya akan membahas tentang planet-planet menarik yang saya lihat lewat situs internet. Persiapkan jantungmu, karna kau akan menemukan rahasia planet.
WAH TERNYATA MATAHARI JAUH BANGET
Matahari adalah bintang terdekat dengan Bumi dengan jarak rata-rata 149.680.000 kilometer (93.026.724 mil). Matahari serta kedelapan buah planet (yang sudah diketahui/ditemukan oleh manusia) membentuk Tata Surya. Matahari dikategorikan sebagai bintang kecil jenis G. Matahari dipercayai terbentuk pada 4,6 miliar tahun lalu. Kepadatan massa matahari adalah 1,41 berbanding massa air. Jumlah tenaga matahari yang sampai ke permukaan Bumi yang dikenali sebagai konstan surya menyamai 1.370 watt per meter persegi setiap saat. Matahari sebagai pusat Tata Surya merupakan bintang generasi kedua. Material dari matahari terbentuk dari ledakan bintang generasi pertama seperti yang diyakini oleh ilmuwan, bahwasanya alam semesta ini terbentuk oleh ledakan big bang sekitar 14.000 juta tahun lalu.
Jarak matahari ke bumi adalah 93.000.000 mil. Jarak ini dipakai sebagai satuan astronomi. Satu satuan astronomi (Astronomical Unit = AU) adalah 93 juta mil = 148 juta km. Dibandingkan dengan bumi, diameter matahari kira-kira 112 kali diameter Bumi. Gaya tarik matahari kira-kira 30 kali gaya tarik bumi. Cahaya matahari menempuh masa 8 menit untuk sampai ke Bumi dan cahaya matahari yang terang ini dapat mengakibatkan siapapun yang memandang terus kepada matahari menjadi buta. SEJARAH MERKURIUS
Merkurius paling awal dimulai dari zaman orang Sumeria pada milenium ke tiga sebelum masehi. Bangsa Romawi menamakan planet ini dengan nama salah satu dari dewa mereka, Merkurius (dikenal juga sebagai Hermes pada mitologi Yunani dan Nabu pada mitologi Babilonia). Lambang astronomis untuk merkurius adalah abstraksi dari kepala Merkurius sang dewa dengan topi bersayap diatas caduceus. Orang Yunani pada zaman Hesiod menamai Merkurius Stilbon dan Hermaon karena sebelum abad ke lima sebelum masehi mereka mengira bahwa Merkurius itu adalah dua benda antariksa yang berbeda, yang satu hanya tampak pada saat matahari terbit dan yang satunya lagi hanya tampak pada saat matahari terbenam.
Di India, Merkurius dinamai Budha, anak dari Candra sang bulan. Di budaya Tiongkok, Korea, Jepang dan Vietnam, Merkurius dinamakan "bintang air". Orang-orang Ibrani menamakannya Kokhav Hamah, "bintang dari yang panas" ("yang panas" maksudnya matahari). Diameter Merkurius 40% lebih kecil daripada Bumi (4879,4 km), dan 40% lebih besar daripada Bulan. Ukurannya juga lebih kecil (walaupun lebih padat) daripada bulan Jupiter, Ganymede dan bulan Saturnus, Titan.
VENUS POPULER DALAM MITOLOGI ROMAWI
Venus mempunyai epithet dalam berbagai perannya di mitologi Romawi, sbb : Venus Cloacina ("Venus the Purifier"), dikenal juga dengan nama Venus Cluacina, adalah gabungan mitologi Venus dengan Dewa Air Etruscan, Cloacina, diduga berasal dari penemun patung Venus being di dekat Cloaca Maxima, sistem saluran air Romawi.
Venus Erycina ("Venus from Eryx"), juga dikenal dengan nama Venus Erucina, berasal dari daerah Gunung Eryx di bagian barat Sisilia.
Venus Felix ("Lucky Venus") adalah epithet yang ada di kuil di daerah Bukit Esquiline dan kuil yang dibangun bangsa Hadrian ditujukan kepada "Venus Felix et Roma Aeterna" ("Venus yang dicintai dan Romawi yang Abadi") di bagian utara Via Sacra.
Venus Genetrix ("Mother Venus") adalah Venus sebagai leluhur bangsa Romawi, dewi ibu dan rumah tangga. Festival penghormatannya diadakan pada tanggal 26 September.
Venus Libertina ("Venus the Freedwoman") adalah versi epithet Venus yang mungkin berasal dari kemiripan ejaan, dari kata lubentina oleh bangsa Romawi(mungkin berarti "menyenangkan" atau "menggairahkan") menjadi kata libertina.
Venus Obsequens ("Graceful Venus" atau "Indulgent Venus") adalah epithet untuk kuil yang dibangun di akhir abad [3 SM] saat berlangsungnya perang Samnite Ketiga oleh Quintus Fabius Maximus Gurges.
Venus Victrix ("Venus the Victorious") adalah bagian lain dari Venus yang diresmikan Pompey menjadi sebuah kuil di bagian atas dari bangunan theaternya di Campus Martius pada
55 SM.
BUMI KIAMAT TAHUN 2012 ?
Banyak yang menyebutkan tentang kiamat bumi. Tapi itu semua tidaklah benar karena hanya Allah yang maha mengetahui alam dan seisinya. Kita jangan percaya tentang hal-hal yang diluar pemikiran kita. Berikut ini akan saya tampilkan ramalan dari situs internet.
ramalan1:
Pada 21 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia kali ini, dalam perhitungan kalender Maya. Sesudah itu, umat manusia akan memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sekarang. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah “Pintu Langit” saja bagi umat manusia.
ramalan2:
Di Indonesia sendiri seorang peramal mengatakan, “pada tahun 2012 nanti jumlah penduduk di Indonesia ini tinggal 40%”. Lalu ketika ditanya apa penyebabnya,dia menuturkan, “pada tahun itu sebuah bencana besar akan melanda Bumi secara Global, mungkin pada setiap negara nantinya hanya menyisakan 30%-40% kehidupan untuk kembali membangun kehidupan baru”.
MARS SEBESAR BULAN
Mars pada tanggal 27 Agustus yang disebut akan terlihat seperti purnama pada jam 00.30 itu baru terbit setelah lewat tengah malam. Jadi pada jam yang disebutkan di dalam isu itu Mars maish berada di horison dan belum bisa diamati. Sepanjang bulan Agustus Mars akan terlihat setelah tengah malam. Nah, Fenomena tanggal 27 Agustus dalam hoax tersebut mengacu pada kejadian oposisi Mars yg terjadi 4 tahun lalu (2003).
Tahun 2003, tepatnya tanggal 27 Agustus, Mars berada pada jarak terdekatnya yakni 55.758.006 km, dan oposisi terjadi tgl 28 Agustus. Saat itu Mars memang berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi dan diameter sudut Mars saat itu hanya 25 detik busur. Bandingkan dengan Bulan yang diameter sudutnya 31 menit busur ( 1 detik busur = 60 detik busur). Jarak Bumi – Bulan 384 403 km. Pada kondisi jarak terdekatnya saja, Mars berada 144 kali lebih jauh dari Bulan dan tidak akan pernah terlihat sebesar Bulan, apalagi jika ia makin menjauh dari Bumi.
Pada tahun 2005, Mars kembali mendekat dengan bumi pada jarak 69 juta km pada tanggal 30 Oktober dengan diameter sudut sebesar 20 detik busur dan mengalami oposisi tanggal 7 November 2005.
Nah di tahun 2007, oposisi Mars akan kembali terjadi tanggal 18 Desember pada jarak sekitar 88,42 juta km dengan diameter 16 detik busur. Jarak Mars saat oposisi tahun 2007 masih lebih jauh dibanding tahun 2003 dan diameter sudutnya juga lebih kecil. Dengan demikian Mars jika dilihat dengan mata telanjang maupun teleskop tidak akan pernah terlihat sebagai obyek yang besar seperti Bulan melainkan hanyalah noktah merah indah yang akan menghiasi langit Agustus setelah lewat tengah malam.
- Penampakan "Ular Putih" di Mars

WASHINGTON, KOMPAS.com — Wahana Mars Reconaissance Orbiter menangkap penampakan "ular putih" pada 16 Februari 2012 yang lalu ketika melintas di wilayah Amazonis Planitia, bagian utara Mars.
Ular putih tersebut diketahui berada pada ketinggian 800 meter dari permukaan Mars. Perkiraan menunjukkan bahwa panjang ular putih itu sekitar 30 meter.
Menurut penjelasan NASA, penampakan ular putih tersebut adalah udara yang berputar dan terlihat karena menarik debu dari permukaan Mars. Debu bisa ditarik karena gravitasi Mars relatif kecil.
Panas Matahari memanaskan permukaan Mars. Udara di sekitar permukaan yang terpanaskan mulai berotasi dan bergerak ke atas. Akhirnya, massa udara itu naik dan membawa debu yang ada di permukaan.
NASA, seperti diberitakan Space, Kamis (8/3/2012), mengungkapkan bahwa bukan Mars saja yang bisa mengalami fenomena serupa. Penampakan yang sama bisa terjadi di Bumi. Angin di Bumi dan Mars sama-sama dipengaruhi oleh panas.
Citra ini adalah yang kesekian kalinya dihasilkan wahana Mars Reconaissance Orbitter. Wahana tersebut diluncurkan pada tahun 2005 dengan tugas meneliti lingkungan purba Mars dan bagaimana proses angin dan hantaman meteorit memengaruhi permukaan Mars saat ini.
KOMET TERPERANGKAP JADI SETELIT JUPITER Masih ingat tabrakan yang dialami bulan Juli 2009 lalu? Tabrakan yang menimbulkan noktah gelap pada Jupiter itu tampaknya disebabkan oleh objek dari kelompok yang sama dengan Kushida-Muramatsu. Dalam kejadian tersebut objek yang menabrak tersebut tidak mengalami gangguan akibat pasang surut.
Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan tabrakan-tabrakan seperti itu maupun terperangkapnya komet dalam orbit Jupiter akan lebih sering dialami. Tak hanya meneliti tentang Kushida-Muramatsu, tim ini juga berhasil mengkonfirmasi satelit Jupiter yang akan datang yakni, Comet 111P/Helin-Roman-Crockett, yang sudah mengorbit Jupiter 3 kali antara tahun 1967 dan 1985, sebagai bagian dari 6 putaran penuh yang harus dilakukan dan akan terjadi lagi pada tahun 2068 dan 2086.
CINCIN SATURNUS HILANG ??
Para astronom amatir di seluruh dunia saat ini memperhatikan perubahan yang sama pada Saturnus: Cincin Saturnus yang lebar menipis menjadi garis tipis. Efrain Morales Rivera mengirimkan gambar berikut yang diambil dari halaman belakang rumahnya di Aguadilla, Puerto Rico.
Kita mengalami suatu “pelintasan bidang cincin” (ring plane crossing). Ketika sedang dalam perjalanannya mengelilingi Matahari, Saturnus membelokkan cincinnya menjadi sejajar dengan garis pandang dari Bumi (edge-on) setiap 14-15 tahun sekali. Karena cincinnya yang sangat tipis, mereka bisa tidak teramati jika dilihat melalui teleskop kecil. Dalam bulan-bulan berikut ini, cincin Saturnus akan menjadi semakin tipis sampai akhirnya mereka “hilang” pada 4 September 2009 kemarin.
KECERMELANGAN URANUS
Dari tahun 1995 sampai 2006, magnitudo tampak Uranus berfluktuasi antara +5,6 dan +5,9; menempatkannya hampir pada batas daya lihat mata telanjang pada +6.5. Diameter angularnya antara 3,4 dan 3,7 detik busur, dibandingkan dengan 16 hingga 20 detik busur untuk Saturnus dan 32 sampai 45 detik busur untuk Jupiter. Saat oposisi, Uranus terlihat dengan mata telanjang dalam langit yang gelap dan tidak terpolusi cahaya, dan menjadi sasaran yang mudah bahkan dalam kondisi perkotaan dengan teropong. Dalam teleskop amatir yang lebih besar dengan diameter lensa objektif antara 15 dan 23 cm, planet itu nampak sebagai piringan biru pucat dengan penggelapan tepi yang khas. Dengan teleskop besar yang ukurannya 25 cm atau lebih lebar, pola-pola awan, begitu pula beberapa satelit yang lebih besar, seperti Titania dan Oberon, mungkin juga kelihatan. CINCIN GELAP DINEPTUNUS
Cincin Neptunus memiliki partikel-partikel yang sangat gelap, seperti yang ditemukan di Uranus. Jumlah debu di dalam cincin Neptunus cukup tinggi antara 20-70%. Kelima cincin yang membusur mengelilingi planet Neptunus ini memiliki kondisi yang berbeda-beda. Cincin Galle dan LeVerrier yang merupakan cincin yang paling dekat dengan sang dewa laut ini memiliki kandungan debu yang cukup tinggi antara 40-70%. Keduanya juga merupakan cincin yang lemah, namun LeVerrier jauh lebih tipis dibanding Galle. Cincin ke-3 yang dinamai seperti nama penemu Triton, Lasell membentang lemah di antara LeVerrier dan Arago dengan kandungan debu hanya 20-40 %. Di bagian terluar, terdapat cincin Adams yang terdiri dari 5 busur terang yang dinamai mengikuti moto Revolusi Perancis yang terkenal yakni Fraternité , Egalite 1, Egalite 2, Liberté, dan Courage.
Cincin Neptunus diduga kuat masih sangat muda dengan usia jauh lebih muda dari usia Tata Surya. Selain itu diperkirakan cincin planet ini terbentuk dari tabrakan satelit dalam di Neptunus yang kemudian membentuk sabuk di area tersebut. Sabuk inilah yang menjadi sumber debu bagi cincin yang membentang tersebut.
EIT! PLUTO NGGAK TERMASUK PLANET LHO...
Pada 7 September 2006, nama Pluto diganti dengan nomor saja, yaitu 134340. Nama ini diberikan oleh Minor Planet Center (MPC), organisasi resmi yang bertanggung jawab dalam mengumpulkan data tentang asteroid dan komet dalam tata surya kita. Keputusan Sidang Umum Himpunan Astronomi Internasional (International Astronomical Union/IAU) Ke-26 di Praha, Republik Ceko, yang berakhir 25 Agustus, Pluto yang sudah menjadi anggota Keluarga Planet Tata Surya selama 76 tahun merupakan konsekuensi ditetapkannya definisi baru tentang planet.
Dalam resolusi tersebut dinyatakan, sebuah benda langit bisa disebut planet apabila memenuhi tiga syarat, yakni mengorbit Matahari, berukuran cukup besar sehingga mampu mempertahankan bentuk bulat, dan memiliki jalur orbit yang jelas dan "bersih" (tidak ada benda langit lain di orbit tersebut).
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar